Akreditasi Perpustakaan

Akreditasi

Akreditasi memberikan asesmen dan penguatan mutu; di sini mutu atau kualitas didefinisikan sebagai  pendayagunaan yang efektif akan sumber daya guna mencapai tujuan perpustakaan yang sesuai. Tujuan akreditasi ialah meyakinkan anggota sebuah  profesi,  mahasiswa, keluarga,  pejabat pemerintahan, pers, komunitas pendidikan dan pustakawan bahwa perpustakaan (a) memiliki tujuan yang jelas; (b) mempertahankan kondisi yang memungkinkan tercapainya tujuan; (c) pencapaian tujuan haru secara substantif   dan (d) diharapkan tetap melanjutkan keberhasilan. Akreditasi tidak serta merta menunjukkan peringkat perpustakaan melainkan menunjukkan keunikan masing-masing perpustakaan

Tujuan

Dalam akreditasi tercakup dua pengertian yaitu di satu pihak sebagai pihak yang memberi akreditasi atau mengakreditasi sedangkan di sisi lain pihak  yang diakreditasi. Walaupun tujuan berbeda antara pengakreditadsi dengan yang diakreditasi secara umum tujuany akreditasi adalah :

  1. Memperbaiki lembaga yang diakreditasi; bila yang diakreditasi adalah perguruan tinggi maka akreditasi bertujuan memperbaiki perguruan tinggi. Bila yang diakreditasi adalah perpustakaan, maka hasil  akreditasi menunjukkan apakah hasilnya masih kurang memenuhi standar, Bila masih kurang maka perpustakaan perguruan tinggi (selanjutnya disebut perpustakaan) diberi kesempatan untuk memperbaiki.
  2. Meningkatkan standar profesi. Profesi ini dikaitkan dengn pendidikan sehingga akreditasi untuk lembaga pendidikan tinggi bertujuan meningkatkan mutu lulusannya serta menjamin mutunya, Di Indonesia, organisasi profesi seperti Ikatan Pustakwan Indonesia belum melakukan akreditasi lembaga pendidikan pustakawan karena organisasi itu sendiri masih belum mapan menyangkut kemampuan perakreditasian. Bandingkan dengan American Library Association (ALA)  atau CILIP yang mampu akreditasi lembaga pendidikan pustakawan pada aras magister.
  3. Memberikan informasi bagi umum.  Dengan kreditasi, maka masyarakat tahu mana perguruan tinggi yang mmperoleh akreditasi. Dengan demikian bila calon mahasiswa akan melanjutkan ke perguruan tinggi, maka dia akan tahu apakah yang dimasukinya memperoleh akreditasi yang tinggi atau tidak.
  4. Memudahkan perpindahan dari sebuah perguruan tinggi ke PT kain karena ada satuan kredit semester kredit yang dapat ditransfer. Bila dua perguruan tinggi dengan program studi yang sama sudah terakreditasi dengan hasil memuaskan, maka transfer satuan kredit antara satu program studi dengan program studi sejenis dapat dilakukan tanpa perlu ada ketentuan baru.